Friday, May 10, 2019

Membuang Sampah Sembarangan Dengan Sadar

Kehidupan -  Membuang sampah bukan pada tempatnya merupakan  kebiasaan sebagian masyarakat di sekitar kita. Bahkan tak sedikit pula yang melakukannya tanpa rasa bersalah. Padahal efek dari membuang sampah sembarangan yang mencemarkan lingkungannya akan berdampak pada masyarakat itu sendiri.
 
Kita sendiri tahu bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih dibilang sangat rendah. Bahkan jumlah pembuang sampah sembarang yang tidak terpantau, jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang tertangkap basah.

Cara kita memperlakukan sampah kita adalah cerminan tingkat keadaban (kepribadian) kita, juga sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat kepedulian kita akan lingkungan dan masa depan alam kita.


Mungkin akan terasa biasa saja bagi seorang pria membuang bungkus rokok atau puntung rokoknya sembarangan, atau biasa bagi seorang ibu membuang popok bayinya tanpa pengamanan yang memadai ke tong sampah yang terbuka di depan rumahnya, atau terasa biasa bagi kita membuang sampah seenaknya ke selokan. 

Padahal, akumulasi dari seluruh sampah-sampah yang biasa dibuang sembarangan ini dapat menyumbat aliran air selokan di sebuah tempat, menyebabkan pendangkalan sungai di tempat yang jauh dari asal sampah , atau bahkan mencemari laut dengan gunungan sampah kiriman yang mengancam kelangsungan hidup biota laut.

Ini bukan soal percaya atau tidak kepada pemerintah yang dianggap kurang bagus dalam mengelola sampah, perilaku buruk aparat yang mengakibatkan ketimpangan antara output pekerjaan yang dibiayai negara dengan hasil pekerjaannya mengangkut sampah. 

Namun, ini adalah soal perilaku dan kesadaran diri sendiri manusia, dan kelangsungan hidup ras manusia di sebuah planet yang semakin renta dengan beban yang semakin berat.

kalau kesadaran itu tidak mulai dibangunkan hari ini juga, saya tidak bisa membayangkan seperti apa Jepang dan seperti apa negeri kita tiga puluh tahun yang akan datang.

Pada dasarnya kita semua paham akan bahayanya sampah yang sudah menumpuk, namun kita seringkali tidak sadar bahwa kita berperan dalam hal itu.

No comments:

Post a Comment